Minggu, 29 Desember 2013

Rasa yang Hilang

Kita gunakan A,B,C dsb sebagai karakter..

Si A adalah cowok yang keren dan asyik di mata cewek-cewek termasuk si B. Si B menyukai si A ketika si A presentasi di depan kelas. Sejak saat itu si B memendam rasa kepada si A. Tak lama waktu berselang ada gosip yang beredar bahwa si A menyukai si B. Si B mencoba menyembunyikan perasaannya kepada di A dengan tak menghiraukannya. Beberapa waktu berlalu gosip itupun reda dengan sendirinya tanpa disadari. Dimana setiap saat si B menunggu pernyataan cinta dari si A yang tak kunjung datang. Mungkin gosip itu tak benar adanya. Membuat si B kecewa dan patah hati. 
Tak lama si B menyadari sepertinya si A menyukai temannya si C, si B selalu memperhatikan si A saat si C dan si A ngobrol ada sesuatu yang beda dari tatapan si A kepada si C. Hati si B pun menjadi semakin terluka. 
si B mencoba menghapuskan rasa cinta di hatinya sedikit demi sedikit hingga rasa cintanya pun pudar seiring dengan berjalannya waktu. si B pun bersikap canggung ketika berbicara kepada si A. padahal diantara mereka tak pernah terjadi apa-apa.
setelah beberapa tahun kemudian mereka berkumpul bersama bertiga ada si A, si B dan si C. mereka bersikap normal seperti biasa. si B mencoba menetralkan hatinya dan berhasil awalnya. si A pun mencoba seperti itu kepada si C dan si C pun begitu. hati si B merasa cemburu ketika si A dan si C bercanda gurau bersama. si B bingung perasaan apa ini muncul tiba-tiba dan ia takut perasaan itu muncul kembali dan dia mengecek hal itu ternyata...(penulisjuga bingung).

TAMAT


Selasa, 24 September 2013

Faktor Penyebab Kehilangan Gigi Kehilangan gigi

  • Faktor Penyebab Kehilangan Gigi 
Kehilangan gigi – geligi disebabkan oleh faktor penyakit seperti karies dan penyakit periodontal. Faktor bukan penyakit seperti gaya hidup dan faktor sosio – demografi juga berpengaruh terhadap kehilangan gigi.1 Kehilangan gigi – geligi meningkat seiring dengan bertambahnya usia akibat efek kumulatif dari karies dan penyakit periodontal.
  •  Faktor Penyakit 
Karies gigi adalah salah satu penyebab kehilangan gigi yang paling sering terjadi pada dewasa muda dan dewasa tua. Karies merupakan penyakit infeksi pada gigi. Karies pada gigi yang tidak dirawat dapat bertambah buruk, sehingga akan menimbulkan rasa sakit dan berpotensial menyebabkan kehilangan gigi. Walaupun secara keseluruhan karies menurun di Amerika, tetapi penurunan ini tidak terjadi pada kelompok usia tua.7 Penyakit periodontal merupakan penyakit infeksi pada jaringan pendukung gigi yang apabila tidak dirawat akan menyebabkan hilangnya gigi. Penyakit periodontal dapat menyebabkan resorbsi tulang alveolar dan resesi gingiva serta bertambah parah di usia tua. 

Penyakit periodontal akan meningkat dengan meningkatnya umur, dari 6% pada umur 25 – 34 tahun menjadi 41% pada umur 65 tahun keatas.

  • Faktor Bukan Penyakit 
Faktor sosio – demografi seperti umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan merupakan faktor utama yang mempengaruhi jumlah kehilangan gigi.1 Di Meksiko, Medina – Solis dkk (2006) mendapati prevalensi kehilangan seluruh gigi pada dewasa muda sekitar 2,4% sedangkan pada dewasa tua yang berumur 65 tahun keatas sekitar 30,6%.18
Berdasarkan penelitian Hugo dkk (2007) memperkirakan bahwa perempuan mengalami kehilangan gigi yang lebih banyak dibandingkan laki – laki disebabkan perempuan takut pergi ke dokter gigi.19 Pada penelitian O’Mullane dkk (1993) menunjukkan bahwa perempuan paling tinggi mengalami kehilangan gigi, tetapi belum ada kejelasan mengenai hal ini. Pada penelitian Corbert dkk (2001) menyatakan bahwa perempuan memiliki sedikit resiko penyakit periodontal tetapi besar kemungkinan resiko untuk karies yang dapat menyebabkan hilangnya gigi.20 Pendapatan dan pendidikan berbanding terbalik dengan jumlah kehilangan gigi. Data dari Behavioral Risk Factor Survaillance System (BRFSS) pada tahun 2004 – 2006 menunjukkan populasi yang mengalami kehilangan lebih dari 6 gigi sebanyak 23% pada kelompok pendidikan SMA atau SMP, SD dan tidak sekolah, 15% pada pendidikan Perguruan Tinggi.5 Terdapat hubungan antara kehilangan gigi dengan tingkat pendidikan. Masyarakat dengan pendidikan tinggi cenderung memiliki kesadaran untuk memperbaiki kesehatan rongga mulut, menggunakan fasilitas kesehatan gigi dan mulut serta gaya hidup yang lebih baik untuk memperhatikan kesehatan rongga mulut. Umumnya tingkat pendidikan yang tinggi mempunyai status ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan tingkat pendidikan yang rendah, sehingga dapat melakukan perawatan gigi dan mulut sesuai dengan anjuran dokter gigi.

dapus : 
  1. Esan TA, Olusile AO, Akeredolu PA, Esan AO. Socio-demographic factors and edentulism the Nigerian experience. BMC Oral Health 2004; 4(3): 1-6
  2. Vargas CM, Kramarow EA, Yellowitz JA. The oral health of older Americans. Aging trends(3). National Center for Health Statistics, 2001: 1-8.
  3. Medina-Solis CE, Perez-Nunez R, Maupome G, Casanova-Rosado JF. Edentulism among Mexican adults aged 35 years and older and associated factors. Am J Public Health 2006; 96(9): 1578-81.
  4. Hugo FN, Hilgert JB, de Sousa MLR, da Silva DD, Pucca Jr GA. Correlates of partial tooth loss and edentulism in the Brazilian elderly. Community Dent Oral Epidemiol 2007; 35: 224-32
  5. Lin HC, Corbet EF, Lo ECM, Zhang HG. Tooth loss, occluding pairs, and prosthetic status of Chinese adults. J Dent Res 2001; 80(5): 1491-95

PERKENALAN TEMAN

Rasanya lama tak bersua di blog ini,.
Aku sekarang sudah ada d semester 7 di pskg sumpah ga terasa
Belakangan ini, disemester ini aku sering bermain dengan teman-teman baikku di kampus.
Temain baikku semester ini ada Raudah yang lebih dikenal dengan sebutan Odah, Nur Rifdayani yang terkenal dengan panggilan Tante, Puteri Islami S yang dipopuler dengan nama Uti dan Amelia Nurfalah yang populer dengan panggilan Meli. cek poto mereka !
Aku akan kenalkan dari yang paling kiri ada Uti, Meli, yang tengah belakan ada Odah, lalu Rifda dan paling ujung kanan yang paling cantik Osin. :D
Kami bersenang senang bersama belakangan ini. kalo sudah tua pasti aku kangen banget deh masa-masa ini. Alay !!!

Kamis, 30 Mei 2013

KUMPUL-KUMPUL HESINA

Sabtu kemarin Heni, ak Osin dan Nani kumpul-kumpul di rumah Nani seru bangeds,..
Aku share foto-foto kamii deh ! jangan heran yaa kalo salah satu teman aku yang sudah ada yang pakai make up full sekarang, itu karena dia sudah nikah+kawin yaitu Nani, yang dua blm masih single.. Promo..





Gokil ? Lucu ? Memalukan ? Engga tuk :p

it's time to writing..

hahaha.... sok pake bahasa inggris, ini pasti akibat td di kampus habis belajar bahasa inggris. maklum anak alay yang baru belajar bahsa inggris.

aku mau cerita tentang kejadian kemarin tgl 29 mei 2013 di kampus yang cukup berkesan untukku. kemarin itukan ada skill lab sama drg cholil tentang remounting, selective oklusi atau apalah itu terserah,, yang membuat aku berkesaan aku melakukan kecurangan disaat terakhir waktu skill lab, sedikit tidak puas tapi teman satu kelompok aku hampir melakukan semua itu.

oiyaa, aku melihat adegan lucu dari teman aku rifda yang mempunyai pacar rifki. pacar rifda itu sangat lucu dimana dia tiba-tiba merayu rifda saat dijembatan kami menuju ke mushola. kami jalan se geng dan pacar rifda juga dengan teman-temannya. lucuuuuu.. sekali sampai-sampai aku sholat zuhur kebayang dan jadi senyum sendiri.

aku kemarin sore mendapat malu gara-gara teriak setaaaaaan saat magrib di rumah. setan yang aku maksud disini bukan setan hantu lho yaa tapi setan yang sudah merayu untuk nonton tv saat magrib. setelah teriak aku matikan tv dan lari ketempat wudu untuk solat dan lalu masuk kamar. tiba-tiba ada yang manggil "ding, ading, ding,.... dan ada orang ngetok pintu kamar aku dan ternyata itu adalah kak gilang (kakanya kiyul) lalu dia bertanya kenapa ding td ? aku binggung. lalu dia mengulangi bertanya kenapa berteriak td ? habis tuh baru aku sadar bahwa aku td teriak setan, lalu aku jawab dengan malu, kada papa kak..hehe tadi ulun nonton tivi banarai,.. jara deh gue teriak magrib-magrib...

habis magribnya aku sama temen serumah aku meli go to rifda kos, belajar dan bergosip itu hal yang wajar dilakukan oleh cewe-cewe apabila kumpul like kami leee....

hari ini aku ga ada cerita menarik selain cerita tentang ak terbawa nafsu untuk membeli banyak makanan (pencok, pecel, cengor, masgor, pentol). uang menipis ! hari ii khusus membeli pulsa modem buat nulis diblog ini.
saking pengennya nulis disini... hahaha

Hal yang aku ingin ungkapkan sebelumku akhiri tulisan ini adalah cinta tidak perlu dicari karna dia akan datang dengan sendirinya, cinta bisa datang dengan cepat bisa juga lambat, cinta yang dijalani lama dengan pacaran bisa pergi dengan cepat saat pernikahan dan bisa juga sebaliknya. aku tidak mencari cinta karna nafsu tapi cinta yang sejati yang dijalani dengan senang hati. (tahaaaaaaaan....wkwkw)


---------------------------------------------------------Fin---------------------------------------------------------------

Sabtu, 18 Mei 2013

pernikahan, bermain dan ngerumpi

U know What ?
Hari ini aku seharian bersama dengan teman aku Ernita Ariyanti. kami ngedate pergi bareng ke perikahan intan teman SMA. padahal kalo aku sih ga terlalu kenal sama intan tp pergi aja sekalian main sama si ernita.
Perjalanan hari ini dimulai dari aku menjemput ernita di rumahnya, setelah itu pergi ke rumah intan, menunggu acara dimulai, setelah selesai menunggu teman kami mira dan febby datang, bersalaman sama penganten, berfoto bersama, dan lalu  makan lalu pulang. Sebelum pulang mampir ke rumah pacar ernita dulu si banjarmie bazarmy untuk menemani ernita ngasih KTP dia buat beli tanah.
setelah itu kami pulang mampir beli es kelapa dan gorengan.haha lumayan ernita traktir :P
lalu bermain dirumah ernita sampe sore banget, mama sampai menelp ke ernita nanyai aku..

sekian ~

Jumat, 17 Mei 2013

kuvet dan cek-cok

hari ini aku merebus malam di rumah nina teman sprodi. aku bersama teman sekelompok berkumpul dirumahnya. nina membelikan pencok dan cengor. enak banget~
pada saat membuka malam setelah direbus aku dgn temanku rifda mengalamiperbedaan pendapat dan tidak sepaham soal hasil cetakan malam kami. terjadi cek-cok gitu laa biasa. emosi aku lagi tinggi mungkin karena tamu bulanan datang dan aku bertahan galau dgn persepsi aku sendiri.
keliatanya sih tante ga suka sama pernyataanku, aku tau sih tp aku juga ga mau kalah. haha...
aku berharap persepsi aku salah,, soalnya ribet urusannya ntr..
sete;ah dari rumah nina pulangnya ak lngsung meluncur pulang ke banjarbaru tapi mampir dlu sebentar naruh alat di beruntung.hehe
talu pamit sama nyai kanjeng untuk pulang.
sekian :p

Gangguan kejiwaan

aku yakin aku mengalami gangguan kejiwaan, mungkin sekitar 12 tahun yang lalu aku mengalami itu. ini karena teman bermainku waktu kecil membuatku seperti ini,menjadikan sesuatu menjadi darah daging (kebiasaan menahun). OMG~ bagaimana ini..
aku sungguh takut, tapi aku selalu saja mengulangnya, aku pengen ini semua berhenti terjadi padaku. aku menambah suatu hal lagi yang tidak wajar pada perempuan yaitu ......................
itu tidak wajar tp memang terjadi padaku.

tak ada manusia sempurna
wasalam~

Kamis, 16 Mei 2013

perilaku kesehatan gigi dan mulut


BAB 1

Masalah tingginya angka penyakit gigi dan mulut saat ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor perilaku kesehatan  masyarakat yang berupa pengetahuan dan sikap yang masih tertutup. Rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan merupakan faktor predisposisi dari perilaku kesehatan yang mengarah kepada timbulnya penyakit. Pengetahuan ini erat pula kaitannya dengan sikap seseorang tentang penyakit dan upaya pencegahannya(1). Hasil laporan Studi Morbiditas tahun 2001, menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut di Indonesia merupakan hal yang perlu diperhatikan, karena penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit tertinggi yang dikeluhkan oleh masyarakat yaitu sebesar 60% (2).
Data Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2001 menunjukkan perilaku masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan gigi masih rendah, sebagian besar penduduk Indonesia (61,5%) menyikat gigi kurang sesuai dengan anjuran program menyikat gigi yaitu setelah makan dan sebelum tidur, bahkan 16,6% tidak menyikat gigi. Menurut Laporan Riset Kesehatan Dasar Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2007, pada umumnya penduduk di berbagai kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Selatan yang menggosok gigi setiap hari 94,4% (89,0-97,9%), terendah di Hulu Sungai Selatan. Penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan 80,7% menggosok gigi setiap hari saat mandi pagi dan atau sore, terendah di Hulu Sungai Utara ( 59,9%) tertinggi di Tanah Bumbu(93,9%), sedangkan yang menggosok gigi sesudah bangun pagi sebesar 34,3% dan sebelum tidur malam 44,3%. Prevalensi penduduk berperilaku benar dalam meggosok gigi di Provinsi Kalimantan Selata 10,3% (3,7-18,9%) (3).
Menurut Bahar, salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut penduduk di Negara Berkembang adalah perilaku. Perilaku merupakan hal penting yang dapat mempengaruhi status kesehatan gigi individu atau masyarakat. Perilaku yang dapat mempengaruhi perkembangan karies adalah kebiasaan makan dan pemeliharaan kebersihan mulut, dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor (2). Pasta gigi merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi pemeliharaan dan kesehatan gigi dan gusi (4). Selama ini kita telah mengenal berbagai macam pasta gigi yang banyak sekali beredar dipasaran dengan berbagai macam merek dan dengan berbagai macam kegunaannya. Penyikatan gigi dengan menggunakan pasta gigi dapat mengurangi populasi mikroorganisme flora rongga mulut jauh lebih besar dibandingkan tanpa dengan pasta gigi (5). Kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan gigi itu membuat produsen pasta gigi sering kali mengeluarkan pasta gigi jenis baru (4).
Usia sekolah merupakan masa untuk meletakkan landasan kokoh bagi terwujudnya manusia yang berkualitas dan kesehatan merupakan faktor penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Peran sekolah sangat diperlukan dalam upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak, karena faktor lingkungan yang salah satunya adalah sekolah, memiliki kekuatan besar dalam menentukan perilaku. Penentuan perilaku dalam hal ini adalah dihasilkannya kebiasaan menyikat gigi pada anak, yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari tanpa ada perasaan terpaksa (2)
Menurut WHO, kelompok usia 12 adalah usia yang penting, karena pada usia tersebut anak akan meninggalkan sekolah dasar dan merupakan kelompok yang mudah dijangkau melalui sistem UKGS, dan pada usia tersebut anak dapat lebih mudah diajak komunikasi. Menurut SKRT tahun 1995 anak usia 5-14 tahun, jumlah anak yang sama sekali tidak menyikat gigi sebanyak 23,4% dan jumlah anak yang menyikat gigi pada waktu yang tepat sebanyak 5,6%. Dari data diatas dapat diketahui bahwa pada anak usia sekolah ternyata pengetahuan mengenai waktu penyikatan yang benar masih rendah, sehingga Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) masih perlu ditingkatkan lagi.(6)

Daftar pustaka :
1.      Budiharto. Pengantar ilmu perilaku kesehatan dan pendidikan kesehatan gigi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2010. Hal: 1-5, 17-19
2.      Warni L. Hubungan perilaku murid SD kelas Vdan VI pada kesehatan gigi dan mulut terhadap status karies gigi di wilayah Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang tahun 2009. Tesis. Medan. Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM USU. 2009: 20-25
3.      Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Laporan Riset Kesehatan Dasar Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2007.2007

4.      Tampubolon, Vivianti BR. Perilaku konsumen dalam proses keputusan pembelian pasta gigi Pepsodent. Skripsi. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB. 2006. Hal: 1
5.      Gunawan HA, S.Mangundjaja, Heriandi S, et al. Pengaruh pasta gigi yang mengandung enzim Amiloglicosidase dan Glucosidase terhadap kontaminan pada pasta gigi. Diajukan pada Ceramah Ilmiah (CERIL) FKG Universitas Gajah Mada, 5- 6 February 2010, Yogyakarta. Yogyakarta: FKG UGM. 2010
6.      Ariningrum R. Beberapa cara menjaga kebersihan gigi dan mulut. Cermin Dunia Kedokteran 2000; (126): 45-50.

kegiatanku hari ini

Hari ini hari kamis,. sudah jam 11 malam lewat sekarang dan ak masih asik browsing buat mempercantik blog ini. ga penting deh !
hari ini ak punya jadwal yang penuh dengan kegiatan (libur) pagi aku pergi ke kampus buat kuliah b.inggris tapi akhirnya batal alasannya bapaknya ga bisa hadir penting banar, lalu aku mendampingi tante rifda untuk nonton KTI pacarnya Rifki maju sidang jam 9. Alasan mendampingi pengen makanannya aja sih. Lalu lanjut dengan nonton teman sprodi maju sidang, tapi sebelumnya makanan jga yang diincar. hehe~ maklum bokee...
Pulangnya jam 3an kalo ga salah sih, aku ditemani meli pulang dan mampir ke Giant (swalayan, minimarket,supermarket ato apalah itu) rencana beli abon cabe tapi ternyata ga ada jual disitu. Alhasih membeli sesuatu yang tak berguna. uang tgl 15 rbu akhirya aku ngutang sama meli 39.300...
Sampai rmh kira2 jam 17.15 kalo ga salah, lalu bersantai dan melupakan tugas aku buat ngumpul makalah sama nisa jam 17.00 wita. bahannya aja aku ga punya buat dikmpul. Gubrak ~
ketika buka laptop yang aku kerjakan malah bukan tugasku malah yang laen. hilang fokus gitu deh. bermain lebih menyenangkan.wkwkwk

 okey,, sekian ceritaku hari ini :)

Selasa, 14 Mei 2013

In Heart in Head

cerita selanjutnya dariku untuk hari ini...
banyak yang aku alami belakangan ini yang membuat aku menjadi sedikit hatiku tidak sependapat. aku merasa tidak mempunyai teman dekat di kampus seperti teman yang lain. bayak teman tapi tak ada satupun aku percaya untuk meluapkan isi hati yang membebani di hati dan pikiran.
pasti pada tau aku kuliah di kedokteran yang notabene biaya kuliahnya itu MaHaaaaLLLL BooonoooRRR.... aku kadang bingung kenapa jadi banyak yang dibayar. aku merasa kasian sama mama dan bapa kalo minta duit terus tiap seminggu balik ke banjarbaru.
mungkin banyak teman2ku yang tidak masalah sama itu, tapi aku merasa itu masalaaah.. tak semudah itu minta sama orangtua kalo masalah duit.

oiaa... aku sudah mau sebulan sakit, meski dalam sebulan itu sempat sembuh beberapa hari hingga menurut aku yang terparah tujuh harian ini. aku flu sama batuk yang mana yang keluar darah. kayanya sih dari hidung. aku ga tau sakit apa tapi yang jelas waktu kedokter kemarin itu dibilang alergi aja sih. tapi ga tau deh, katanya setelah obat yang dikasih habis dan darah masih keluar disuruh periksa ke dokter sp.tht gitu. semoga aja deh sembuh dan cuma alergi seperti kata dokternya.

aku jadi pengen nulis blog lagi ini karna siang tadi ke rumah tante rifda yang mana dia itu suka nulis di blog trus jadi kepikiran deh nulis.hehe

aku mau cerita tentang teman ak yang satu rumah, cerita cintanya sangat seperti sinetron yang sering aku tonton di tivi deh. beneran !
kan dia punya pacar yang uda lama pacarannya sekitar tujuh taun kalo ga salah, terus itu dia menjalin cinta lain dengan co sprodi yang lebih kece dari pacar yang sebelumnya. ketauan pacarnya lalu dia minta maaf, mengulangi lagi, baikkan lagi, mengulangi lagi dan akhirnya dia memilih co selingkuhannya. Lucukan !!!
aku sudah sering ntn drama yang kaya gitu tapi akuga nyangka aja ada didunia nyata dan itu terjadi sama teman aku sendiri.

besok tanggal 15 mei ! OMG teman aku utik ulang tahun mana aku boke ngasih kado apa yoo laa,..
utik waktu aku ulang tahun ngasih aku kado, aku senang sama kadonya.:)

udah deh ceritanya aku capek, bingung mau cerita apa lagi obat alergi aku sudah bereaksi deh kayanya kepala sampe rasa diikat sakit mengantuk. ONKEY CAAAWW !!!

Kata-kata bijak aku kali ini...
"MANUSIA PASTI ADA KEKURANGANNYA TINGGAL BAGAIMANA KITA MEMBUAT ITU TERLIHAT BAIK DI MATANYA (SANG PENCIPTA)"


Seminar KTI 1 :)

 Setelah sekian lama akhirnya aku membuka blog yang sudah jamuran ini,.. hhiii

Aku mau menceritakan pengalaman aku maju sidang KTI tgl 25 april 2013 kemarin, sudah lewat emang tp ga apalah. Sidang KTI 1 aku cukup menegangkan karena aku sendiri yang lemah dlm berbicara didepan umum mempresentasikan proposal KTI kudengan suara yang hampir hilang karena aku lagi sakit batuk. waktu pas ditanya penguji aku jawab seadanya aja, kyanya penguji juga kasian liataku menjawab dengan suara yang hampir habis. ^^
Aku maju sidang saat itu bersama dengan temanku, Amelia N, Ayu AP dan Raudah. kami kelompok yang grupnya cantik semua. Aku didampingi pembimbing aku ibu Emma Y dan drg Bayu IS dan penguji aku drg Maharani LA dan dr Siti K.
Semuanya berakhir lancar dengan nilai yang didapat untuk ak sama Meli B+...
Agak sedih kenapa ga dapat A kaya Ayu sama Odah tapi mungkin karena kekurangan aku juga makanya dapet segitu.

sudah deh cerita tentang seminar KTI 1, semoga KTI 2 bisa lebihbaik lagiiii... Amiiin ya Allah :) 

Kamis, 29 November 2012

DUNIA YANG TAK SESUNGGUHNYA ADA

Banyak orang yang beranggapan aneh dengan dunia khayalan, beda denganku yang sangat mengerti apa yang dirasa mereka. Aku dapat maklum dengan itu. Apa salah apa yang mereka inginkan itu menjadi nyata ? kalau aku pribadi engga papa. Toh, mereka ngga ngerugikan kita juga. 

Aku termasuk gadis yang terjebak dalam dunia khayalan setiap saat. aku ngga tau apa orang sadar dengan perilakuku yang kadang aneh. hihi~

aku ngga bakalan ngasih tau itu detail disini, aku  hanya mau orang ngga usah ngurusin urusan orang selama itu ga ngeganggu kalian dan ga ngebahayain kalian.

Dunia khayal itu benar-benar indah bagi sang pengkhayal sepertiku. Aku pribadi menyadari hal itu hanya indah dalam mimpi untukku yang tak bisa membuat itu menjadi nyata, but i hope my dream come true :)


 


Kamis, 18 Oktober 2012

Aku dan Dunia yang Aneh

Aku seorang wanita biasa mempunyai dunia yang aneh, kebiasaan yang aneh, kepribadian yang unik dan tak seperti wanita pada umumnya. 
Kadang ada rasa malu dan ingin berubah tapi entah mengapa sllu tidak berhasil  

Aku sepertinya harus bisa melawan kebiasan buruk dalam diriku. Kebiasaan ini sudah ada mulai aku kurang lebihnya itu waktu duduk di kelas 2 SD. Aku takkan pernah menyebukan kebiasaan apa itu yang jelas kalau tidak salah sih ini dilarang dalam agamaku. berapa kali aku mengatakan akan berubah dan untuk kesekian kalinya juga aku melanggarnya. 
Di dalam diriku seperti ada setan yang merasuk, rasanya tak bisa menghentikan itu. apa kata orang saat orang tau aku punya kebiasaan ini. *malu itu pasti. 

####################################################################################


Kepalaku sekarang penuh pikiran, tetapi pikiran yang selalu tak berguna, ingin mengisi waktu dengan belajar seperti mahasiswi pada umumnya tapi itu sulitku lakukan. butuh ada yang mengarahkan dan mengomando agar bisa berjalan .
aaaaaaaaaaaaarrrggg..... aku kadang ingin berteriak kencang tentang apa yang ku tapi ak tak mungkin melakukan itu .Ada banyak faktor yang membuatku tak pernah bercerita pada sahabat baikku yaitu orangtuaku. aku sulit mengungkapkan dengan kata2atau apapun kepribadianku sangat rumit, aneh....

Kamis, 24 Mei 2012

Nekrosis Pulpa

Etiologi
Nekrosis atau kematian pulpa memiliki penyebab yang bervariasi, pada umumnya disebabkan keadaan radang pulpitis yang ireversibel tanpa penanganan atau dapat terjadi secara tiba-tiba akibat luka trauma yang mengganggu suplai aliran darah ke pulpa. Meskipun bagian sisa nekrosis dari pulpa dicairkan atau dikoagulasikan, pulpa tetap mengalami kematian. Dalam beberapa jam pulpa yang mengalami inflamasi dapat berdegenerasi menjadi kondisi nekrosis2. Penyebab nekrosi lainnya adalah bakteri, trauma, iritasi dari bahan restorasi silikat, ataupun akrilik. Nekrosis pulpa juga dapat terjadi pada aplikasi bahan-bahan devitalisasi seperti arsen dan paraformaldehid. Nekrosis pulpa dapat terjadi secara cepat (dalam beberapa minggu) atau beberapa bulan sampai menahun. Kondisi atrisi dan karies yang tidak ditangani juga dapat menyebabkan nekrosis pulpa. Nekrosis pulpa lebih sering terjadi pada kondisi fase kronis dibanding fase akut.
Patofisiologi
Jaringan pulpa yang kaya akan vaskuler, syaraf dan sel odontoblast; memiliki kemampuan untuk melakukan defensive reaction yaitu kemampuan untuk mengadakan pemulihan jika terjadi peradangan.Akan tetapi apabila terjadi inflamasi kronis pada jaringan pulpa atau merupakan proses lanjut dari radang jaringan pulpa maka akan menyebabkan kematian pulpa/nekrosis pulpa. Hal ini sebagai akibat kegagalan jaringan pulpa dalam mengusahakan pemulihan atau penyembuhan. Semakin luas kerusakan jaringan pulpayang meradang semakin berat sisa jaringan pulpa yang sehat untuk mempertahankan vitalitasnya. Nekrosis pulpa pada dasarnya terjadi diawali karena adanya infeksi bakteria pada jaringan pulpa. Ini bisa terjadi akibat adanya kontak antara jaringan pulpa dengan lingkungan oral akibat terbentuknya dentinal tubules dan direct pulpal exposure, hal ini memudahkan infeksi bacteria ke jaringan pulpa yang menyebabkan radang pada jaringan pulpa. Apabila tidak dilakukan penanganan, maka inflamasi pada pulpa akan bertambah parah dan dapat terjadi perubahan sirkulasi darah di dalam pulpa yang pada akhirnya menyebabkan nekrosis pulpa. Dentinal tubules dapat terbentuk sebagai hasil dari operative atau restorative procedure yang kurang baik atau akibat restorative material yang bersifat iritatif. Bisa juga diakibatkan karena fraktur pada enamel, fraktur dentin, proses erosi, atrisi dan abrasi. Dari dentinal tubules inilah infeksi bakteria dapat mencapai jaringan pulpa dan menyebabkan peradangan. Sedangkan direct pulpal exposure bisa disebabkan karenaproses trauma, operative procedure dan yang paling umum adalah karena adanya karies. Hal ini mengakibatkan bakteria menginfeksi jaringan pulpa dan terjadi peradangan jaringan pulpa. Nekrosis pulpa yang disebabkan adanya trauma pada gigi dapat menyebabkan nekrosis pulpa dalam waktu yang segera yaitu beberapa minggu. Pada dasarnya prosesnya sama yaitu terjadi perubahan sirkulasi darah di dalam pulpa yang pada akhirnya menyebabkan nekrosis pulpa. Trauma pada gigi dapat menyebabkan obstruksi pembuluh darah utama pada apek dan selanjutnya mengakibatkan terjadinya dilatasi pembuluh darah kapiler pada pulpa. Dilatasi kapiler pulpa ini diikuti dengan degenerasi kapiler dan terjadi edema pulpa. Karena kekurangan sirkulasi kolateral pada pulpa, maka dapat terjadi ischemia infark sebagian atau total pada pulpa dan menyebabkan respon pulpa terhadap inflamasi rendah. Hal ini memungkinkan bakteri untuk penetrasi sampai ke pembuluh dara kecil pada apeks. Semuaproses tersebut dapat mengakibatkan terjadinya nekrosis pulpa.
Gejala-gejala
Nekrosis pulpa dapat terjadi parsial atau total. Tipe parsial dapat memperlihatkan gejala pulpitis yang ireversibel. Yaitu menunjukkan rasa sakit yang biasanya disebabkan oleh stimulus panas atau dingin, atau rasa sakit yang timbul secara spontan. Rasa sakit bertahan untuk beberapa menit sampai berjam-jam, dan tetap ada setelah stimulus/jejas termal dihilangkan. Pada awal pemeriksaan klinik ditandai dengan suatu paroksisme (serangan hebat), rasa sakit dapat disebabkan oleh hal berikut: perubahan temperatur yang tiba-tiba, terutama dingin; bahan makanan manis ke dalam kavitas atau pengisapan yang dilakukan oleh lidah atau pipi; dan sikap berbaring yang menyebabkan bendungan pada pembuluh darah pulpa. Rasa sakit biasanya berlanjut jika penyebab telah dihilangkan, dan dapat datang dan pergi secara spontan, tanpa penyebab yang jelas. Rasa sakit seringkali dilukiskan oleh pasien sebagai menusuk, tajam atau menyentak-nyentak, dan umumnya adalah parah. Rasa sakit bisa sebentar-sebentar atau terus-menerus tergantung pada tingkat keterlibatan pulpa dan tergantung pada hubungannya dengan ada tidaknya suatu stimulus eksternal. Terkadang pasien juga merasakan rasa sakit yang menyebar ke gigi di dekatnya, ke pelipis atau ke telinga bila bawah belakang yang terkena.
Diagnosis
Radiograf umumnya menunjukkan suatu kavitas atau tumpatan besar, suatu jalan terbuka ke saluran akar, dan suatu penebalan ligamen periodontal.

Pengobatan
Simtomatis :
Diberikan obat-obat penghilang rasa sakit/anti inflmasi (OAINS)
Kausatif :
Diberikan antibiotika (bila ada peradangan)
Tindakan :
Gigi dibersihkan dengan semprit air, lalu dikeringkan dengan kapas. Beri anagesik, bila ada peradangan bisa di tambah dengan antibiotic Sesudah peradangan reda bisa dilakukan pencabutan atau dirujuk untuk perawatan saluran akar. Biasanya perawatan saluran akar yang digunakan yaitu endodontic intrakanal. Yaitu perawatan pada bagian dalam gigi (ruang akar dan saluran akar) dan kelainan periapaikal yang disebabkan karena pulpa gigi tersebut
a. Nekrosi Parsialis
Pulpa terkurung dalam ruangan yang dilingkungi oleh dinding yang kaku, tidak memiliki sirkulasi darah kolateral, dan venula serta system limfenya akan lumpuh jika tekanan intrapulpanya meningkat. Oleh karena itu, pulpitis irreversible akan menyebabkan nekrosis likuefaksi. Jika eksudat yang timbul selama pulpitis ireversibel diabsorbsi atau terdrainase melalui karies atau melalui daerah pulpa terbuka ke dalam rongga mulut, terjadinya nekrosis akan tertunda; pulpa di akar mungkin masih tetap vital untuk waktu yang lama. Sebaliknya, penutupan atau penambalan pulpa terinflamasi akan menginduksi nekrosis pulpa yang cepat dan total serta penyakit periradikuler. Selain nekrosis likuefaksi, nekrosis pulpa iskemik dapat timbul akibat trauma karena terganggunya pembuluh darah. Dapat dikatakan nekrosis pulpa parsialis apabila sebagian jaringan pulpa di dalam saluran akar masih dalam keadaan vital.

Nekrosis pulpa biasanya tidak menimbulkan gejala tetapi dapat juga disertai dengan episode nyeri spontan atau nyeri ketika ditekan (dari periapeks). Gejala klinis nekrosis pulpa parsialis:
- Pada anamnesa terdapat keluhan spontan.
- Pada pemeriksaan obyektif dengan jarum Miller terasa sakit sebelum apikal.

Pemeriksaan klinis dari nekrosis pulpa parsialis:
- Tes termis: bereaksi atau tidak bereaksi.
- Tes jarum Miller: bereaksi.
- Pemeriksaan rontgenologis: terlihat adanya perforasi.

Nekrosis pulpa parsialis dapat dilakukan perawatan dengan pulpektomi.

b. Nekrosis Totalis
Merupakan matinya pulpa seluruhnya.
Gejala klinis :
Nekrosis totalis biasanya asimtomatik, tetapi bisa juga ditandai dengan nyeri spontan dan ketidaknyamanan nyeri tekan (dari periapeks). Diskolorisasi gigi merupakan indikasi awal matinya pulpa. Dapat dilihat dari penampilan mahkota yang buram atau opak dan perubahan warna gigi menjadi keabu-abuan atau kecoklatan serta bau busuk dari gigi.
Rencana perawatan :
Perawatan terdiri dari preparasi dan obturasi saluran akar (perawatan saluran akar).
Pemeriksaan Klinis :
1. Pemeriksaan subyektif
2. Pemeriksaan obyektif
Gigi dengan pulpa nekrotik tidak bereaksi terhadap tes termal dingin, tes pulpa listrik, atau tes kavitas. Namun, gigi dengan pulpa nekrotik sering kali sensitive terhadap perkusi dan palpasi asalkan disertai dengan inflamasi periapikal.
3. Rontgenologis
Gambaran radiografi umumnya menunjukkan suatu kavitas atau tumpatan besar, jalan terbuka ke saluran akar, dan penebalan ligament periodontal. Kadang-kadang gigi yang tidak mempunyai tumpatan atau kavitas pulpanya mati karena akibat trauma.

2.3 Penegakan Diagnosis
1. Keluhan Utama
Keluhan utama pada umumnya merupakan informasi pertama yang dapat diperoleh. Keluhan ini berupa gejala atau masalah yang dirasakan pasien dalam bahasanya sendiri yang berkaitan dengan kondisi yang membuatnya cepat-cepat dating mencari perawatan. Keluhan utama hendaknya dicatat dengan bahasa apa adanya menurut pasien.
(Walton & Torabinejad, 1997 : 72)

2. Riwayat Kesehatan Umum
Suatu riwayat kesehatan umum yang lengkap bagi pasien terdiri atas data demografis rutin, riwayat medis, riwayat dental, keluhan utama, dan sakit yang sekarang diderita.
a. Data Demografis
Data demografis mengidentifikasi karakteristik pasien.
b. Riwayat Medis
Karena suatu riwayat medis tidak dimaksudkan sebagai pemeriksaan klinis lengkap, pertanyaan medis janganlah terlalu luas. Buatlah formulir pemeriksaan yang berisi penyakit serius yang sedang dan pernah dialami. Jika ditemukan adanya penyakit fisik atau psikologis yang parah atau penyakit yang masih diragukan yang mungkin mengganggu diagnosis dan perawatan kita, lakukanlah pemeriksaan lebih lanjut dan konsultasikan dengan profesi kesehatan lainnya.

c. Riwayat Dental
Riwayat dental merupakan ringkasan dari penyakit dental yang pernah dan sedang diderita. Informasi ini menyediakan informasi yang sangat berharga mengenai sikap pasien terhadap kesehatan gigi, pemeliharaan, serta perawatannya. Infromasi demikian tidak hanya berperan penting dalam penegakan diagnosis, melainkan berperan pula pada rencana perawatan. Kuesionernya hendaknya berisikan pertanyaan mengenai gejala dan tanda, baik kini maupun di masa lalu. Pengambilan riwayat dental ini merupakan langkah teramat penting dalam menentukan diagnosis yang spesifik.(Walton & Torabinejad, 1997 : 72-73)

3. Pemeriksaan Subyektif
Sejumlah infromasi rutin yang berkaitan dengan data pribadi, riwayat medis, dan riwayat dental serta keluhan utama didapatkan dari pemeriksaan subyektif. Banyak pasien yang menunjukkan tingkatan nyeri yang jelas dan merasa tertekan. Pada umumnya nyeri dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penyakit pulpa dan periradikuler yang parah dapat mempengaruhi kondisi fisik pasien. Pertanyaan yang diajukan adalah mengenai lokasi, asal nyeri, karakter dan keparahan nyeri yang dialami. Kemudian pertanyaan lanjutan mengenai spontanitas dan durasi nyeri, serta stimulus yang merangsang atau meredakan nyeri. Keparahan rasa nyeri dan obat-obatan yang diminum pasien untuk meredakan nyeri dan keefektifannya juga perlu diketahui.
Makin intens nyerinya, makin besar kemungkinan adanya penyakit irreversible. Nyeri intens dapat timbul dari pulpitis ieversible atau dari periodontitis atau abses apikalis akut. Nyeri spontan yang bersama dengan nyeri intens juga mengindikasikan adanya penyakit pulpa atau periradikuler yang parah. (Walton & Torabinejad, 1997 : 73-75)



4. Pemeriksaan Obyektif
a. Pemeriksaan ekstraoral
Penampilan umum, tonus otot, asimetri fasial, pembengkakan, perubahan warna, jaringan parut ekstraoral, dan kepekaan atau nodus jaringan limfe servikal atau fasial yang membesar, merupakan indokator status fisik pasien. Pemeriksaan ekstraoral yang hati-hati akan membantu mengidentifikasi sumber keluhan pasien serta adanya dan luasnya reaksi inflamasi rongga mulut.

b. Pemeriksaan intraoral
Bibir, mukosa oral, pipi, lidah, palatum, dan otot-otot serta semua keabnormalan diperiksa. Periksa pula mukosa alveolar dan gingival-cekatnya untuk memeriksa apakah ada perubahan warna, terinflamasi mengalami ulserasi, atau mempunyai saluran sinus. Suatu stoma saluran sinus biasanya menandakan adanya pulpa nekrosis atau periodontitis apikalis supuratif atau kadang-kadang abses periodontium.
Gigi geligi diperiksa untuk mengetahui adanya perubahan warna, fraktur, abrasi, erosi, karies, restorasi yang luas, atau abnormalitas lain. Mahkota yang berubah warna sering merupakan tanda adanya penyakit pulpa atau merupakan akibat perawatan saluran akar yang telah dilakukan sebelumnya.

c. Tes klinis
Tes klinis meliputi tes dengan menggunakan kaca mulut dan sonde serta tes periodontium selain tes pulpa dan jaringan periapeks. Hasil satu tes harus dikonfirmasikan dengan tes tambahan yang lain. Penting untuk diingat bahwa tes-tes ini bukan tes untuk gigi melainkan tes mengenain respons pasien terhadap berbagai stimuli. Pasien mungkin tidak memahami arti stimuli atau salah menginterpretasikannya. Oleh karena itu, hasil tes obyektif dan subyektif dan tanda yang ditemukan tidak konsisten sehingga kadang –kadang membingungkan. (Walton & Torabinejad, 1997 : 77-78)

5. Tes Periapeks
a. Perkusi
Perkusi dapat menentukan ada tidaknya penyakit periradikuler. Respons positif yang jelas menandakan adanya inflamasi periodontium. Karena perubahan inflamasi dalam ligament periodontium tidak selalu berasal dari pulpa dan dapat diinduksi oleh penyakit periodontium, hasilnya harus dikonfirmasikan dengan tes yang lain. Cara melakukan perkusi dengan mengetukan ujung kaca mulut yang dipegang paralel atau tegak lurus terhadap mahkota pada permukaan insisal atau oklusal mahkota.
b. Palpasi
Seperti halnya perkusi, palpasi menentukan seberapa jauh proses inflamasi meluas kearah periapeks. Respon positif menandakan adanya inflamasi periradikuler. Palpasi dilakukan dengan menekan mukosa di atas apeks dengan cukup kuat. Pemeriksaan hendaknya memakai juga gigi pembanding.

c. Tes kevitalan pulpa
Tes dingin menggunakan larutan chlor etil yang dibasahkan pada cotton palate. Respon nyeri tajam dan sebentar akan timbul baik pada pulpa normal, pulpitis reversible maupun irreversible. Akan tetapi jika responnya cukup intens dan berkepanjangan, pulpa biasanya telah mengalami peradangan irreversible. Sebaliknya jika pulpa nekrosis tidak akan memberikan respon.
Tes panas menggunakan gutta percha yang dipanaskan dan diaplikasikan pada permukaan fasial. Seperti halnya pada tes dingin, nyeri tajam dan sebentar menandakan pulpa vital atau peradangan reversible. Respon hebat dan tidak cepat hilang adalah pulpitis irreversible. Jika tidak ada respon menandakan pulpanya nekrosis.
Pengetesan pulpa secara elektrik diaplikasikan pada permukaan fasial untuk menentukan ada tidaknya saraf sensoris dan vital tidaknya pulpa. Tes ini masih belum sempurna dan mungkun menghasilkan respons positif dan negative palsu. Metamorphosis kalsium dapat menghasilkan respons negative palsu. (Walton & Torabinejad, 1997 : 79-81)

6. Pemeriksaan Radiografis
a. Periapeks
Lesi periradikuler yang disebabkan oleh pulpa biasanya memiliki empat karakteristik yaitu (1) hilangnya lamina dura di daerah apeks, (2) radiolusensi tetap terlihat di apeks bagaimanapun sudut pengambilannya, (3) radiolusensi menyerupai suatu hanging drop; dan (4) biasanya nekrosisnya pulpa telah jelas. Lesi radiolusen yang terbentuk sempurna disebabkan oleh hasil dari suatu pulpa yang nekrosis. Suatu radiolusensi yang cukup besar di daerah periapeks dengan gigi yang pulpanya vital adalah bukan berasal dari lesi endodonsi melainkan struktur normal atau penyakit nonendodonsi. Perubahan juga bisa berupa radioopak. Condensing osteitis adalah reaksi yang jelas terhadap pulpa atau inflamasi periradikuler dan mengakibatkan peningkatan dalam tulang medulla.
b. Pulpa
Hanya sedikit keadaan patologis khusus yang berkaitan dengan pulpitis ireversibel terlihat secara radiografis. Suatu pulpa yang terinflamasi dengan aktivitas dentinoklast dapat memperlihatkan pembesaran ruang pulpa yang berubah abnormal dan merupakan tanda patologis dari resorpsi interna.kalsifikasi yang menyebar luas dalam kamar pulpa menunjukkan adanya iritasi dengan derajat rendah yang sudah berjalan lama (tidak harus suatu pulpitis ireversibel.) (Walton & Torabinejad, 1997 : 83-85)

7. Tes Khusus
a. Pembuangan karies
Pada beberpa keadaan, yang perlu dilakukan untuk menentukan diagnosis yang tepat adalah penentuan kedalaman penetrasi karies. Keadaan yang sering dijumpai adalah adanya karies dalam yang terlihat secara radiografis, tidak ada riwayat penyakit, dan pulpa yang memberikan respons terhadap ter-tes klinis. Semua temuan lain tidak begitu relevan. Tes definitive finalnya adalah pembuangan karies seluruhnya untuk melihat keadaan pulpanya.
Penetrasi karies ke dalam pulpa menandakan adanya pulpitis irebersible. Karies yang belum berpenetrasi ke dalam pulpa biasanya menunjukkan suatu pulpitis reversible (walaupun ada sejumlah pulpa yang mengalami inflamasi irreversible tanpa ada daerah yang terbuka). Gigi kemudian direstorasi secara nirtrauma.
b. Anastesi selektif
Tes ini berlawanan dengan tes kavitas yang dilaksanakan pada gigi tanpa nyeri maupun gigi yang disertai gejala. Tes ini bermanfaat pada gigi yang sedang nyeri terutama jika pasien tidak dapat menentukan gigi mana yang sakit, bahkan tidak dapat pula menentukan lengkung giginya. Jika dicurigai gigi yang sakit ada di daerah mandibula, anastesi blok mandibula akan mengkonformasikan paling sedikit region sakitnya apabila nyeri tersebut hilag setelah dianastesi.
c. Transluminasi
Tes ini membantu mengidentifikasi fraktur mahkota vertical karena segmen fraktur dari mahkota tidak mentransmisikan cahaya secara sama. Transluminasi menghasilkan bayangan gelap dan abu-abu di daerah fraktur.
(Walton & Torabinejad, 1997 : 85-87)

2.4 Rencana Perawatan
Jika sifat penyakitnya telah ditentukan, buatlah keputusan perawatan dasarnya. Keputusannya dapat berupa perawatan saluran akar atau cara lain yang lebih tepat. Sejumlah keadaan memerlukan perawatan saluran akar yang dikombinasikan dengan prosedur tambahan. Sedangkan yang lain mungkin memerlukan pencabutan atau perawatan sementara (misalnya pada suatu keadaan darurat) dengan perawatan saluran akar definitif pada kunjungan berikutnya. Akan tetapi keputusan utama adalah apakah memang suatu perawatan saluran akar merupakan indikasi atau bukan.

Perawatan Berdasarkan Diagnosis
Diagnosis pulpa secara umum menentukan apakah perawatan saluran akar memang diperlukan. Andaikata berbagai keadaan pulpa ini dibuat daftarnya, yakni : normal, pulpitis reversible, pulpitis irreversible, dan nekrosis, terdapat suatu garis yang membentang antara pulpitis reversible dan ireversibel. Semua yang ada di sisi yang reversible mungkin perlu atau mungkin pula tidak perlu dilakukan perawatan noninvasive, sedangkan yang berada pada sisi irreversible memerlukan pencabutan atau perawatan saluran akar atau paling tidak pembuangan jaringan pulpanya yang terinfeksi.
Diagnosis periapeks menandakan adanya sifat khusus yang harus diikuti, biasanya dalam kaitannya dengan perawatan saluran akar. Dengan perkataan lain, berkembangnya lesi periradikuler hanyalah karena adanya suatu penyakit pulpa yang parah. Hal ini memerlukan terapi saluran akar (jika memang dibutuhkan) dan kadang-kadang prosedur bedah lain seperti insisi dan drainase.
(Walton & Torabinejad, 1997 : 90)

Jumlah kunjungan
Walaupun masih merupakan bahan perdebatan, hasil penelitian mutakhir menunjukkan bahwa perawatan saluran akar satu kali kunjungan dapat dilakukan pada sebagian besar kasus. Akan tetapi, dokter gigi umum harus mengerjakan macam perawatan ini dengan hati-hati serta memilih kasusnya dengan teliti.



DAFTAR PUSTAKA

Baum, Lloyd, Philips, Ralph W., Lund, Melvin R. 1197. Buku Ajar Ilmu KonservasiGigi, Edisi 3. Jakarta: EGC
Grossman LI. 1998. Endodontic Practice. 8th ed. Philadelphia, London: Lea and Febiger
Tarigan, Rasinta. 1994. Perawatan Pulpa Gigi (Endodonti). Jakarta : Widya Medika
Walton, Richard. E & Torabinejad, Mahmoud. 1997. Prinsip dan Praktik Ilmu Endodonsi. Jakarta : EGC.